CERPEN : SI MISKIN
Ini adalah cerita dimana Tuhan sang
pencipta menunjukkan kekuassannya kepada hambanya. Pada zaman dahulu, disuatu
negara terdapat sebuah kerajaan yang sangat megah dan mewah dipimpin oleh
seorang raja yang bernama Maharaja Indera Dewa. Ia adalah seorang raja yang
perkasa dan kuat, sebagian dari pemimpin – pemimpin yang berada di tanah raja
dewa tunduk kepadanya dan membayar pajak setiap tahun kepada raja tersebut. Namun
cerita ini bukan dikisahkan buat raja dewa melainkan dikisahkan untuk salah
seorang warga miskin di negara tersebut yang tak dapat membiayai kehidupannya
yang tinggal bersama seorang istrinya, mereka bernama Allam dan jainap.Allam
sama sekali tidak memiliki pekerjaan sehingga mau tidak mau ia harus mencari
makan buat dirinya dan istrinya dengan cara miminta meskipun ia harus
berkeliling negara dan hanya mendapatkan makanan busuk atau tidak sama sekali.
Kemudian, pada suatu hari raja Indera
Dewa mengadakan sebuah pesta yang megah dan mewah dengan dihadiri banyak orang
– orang yang terhormat seperti Para pemimpin daerah, mentri – mentri,
hulubalang, dan rakyatnya.
Raja Dewa : “terima kasih telah datang kepesta
saya,selamat menikmati”kata
raja dewa dengan perasaan yang gembira.
Beberapa menit kemudian Allam si miskin datang
menghadiri pesta tersebut dengan pakaian yang compang camping dan lusuh.
Warga 1 :”
hahahaha, lihat simiskin datang”
Warga 3 :”apa
yang ia lakukan, apakah ia mangambil makanan dan memasukkannya kedalam
kantungan”
Warga 2 :”hahaha, apa yang di kenakan itu?apakah itu
pakaian atau kain pel”
Warga 3 :”hei miskin apakah kamu datang kesini buat
mengejek raja dengan
pakaian mu itu?”
Allam
:”tidak, bukan itu maksud saya. Saya datang kesini untuk memenuhi
kewajiban saya kepada raja agar datang ke pesta ini,namun saya tidak memiliki
pakaian yang baik untuk dipakai ke pesta ini”
Warga 1:”ah alasan, orang seperti kamu tak memiliki
kewajiban seperti itu.bilang aja, kamu pasti merencanakan sesuatu untuk
mengacaukan perayaan ini kan.”
Warga 2 : “benar, ayo ngaku kamu”
Allam
:”tidak,saya tidak sama sekali berniat seperti itu”
Warga3
:”kalau begitu ayo usir dia”
Maka warga ramai – ramai mengusir nya dengan melempari
Allam sebuah kayu dan batu sampai seluruh tubuh Allam menjadi bengkak dan
berdarah. Raja mendengar keributan yang terjadi di pestanya tersebut.
Raja :”apa
yang terjadi di luar sehingga menjadi samat ribut”
Salah satu pemimpin daerah : “orang sedang melempari
si miskin tuanku”
Raja :”suruh
pengawal untuk mengusirnya jauh jauh dari pesta ku ini”
Maka Allam si miskin itu diusir sampai ke tepi
hutan. Hari pun semakin malam ,sebagian
orang yang menghadiri perayaan tersebut i pulang ke rumahnya masing – masing
untuk beristirahat. Sedangkan si miskin tinggal di dalam hutan.
Pagi yang cerah mulai menyinari mata Allan si
miskin,ia pun terbangun karena mendengar kicauan burung – burung yang hinggap
diranting ranting pohon.Allan melihat istrinya jainab masih tertidur dengan
nyenyak. Ia pu bergegas ke luar hutan untuk mencari makanan karena sudah 2 hari
ia dan istrinya belum makan.
Maka sampailah ia di sebuah kampung dekat hutan dan
ia langsung menuju ke pasar kampung tersebut. Namun sesampainya ia di pasar ia
langsung di lempari batu oleh banyak penjual di sana bahkan ada yang memukulnya
dengan kayu, Allan pun lari dengan tubuh yang berlumuran darah. Ia pun menangis
kesakitan dengan rasa lapar dan haus maka sampailah ia di sebuah tempat
pembuangan sampah,kemudian ia mencari sampah yang masih dapat dimakan.
Ditemukannya sebuah ketupat basi dan buku tebu lalu ia memakannya,dengan begitu
ia mendapatkan sedikit kesegaran
ditubuhnya karena sudah lama ia tak merasakan nasi.
Hari pun semakin gelap,Allan bergegas jalan ke dalam
hutan dimana ia tinggal. Ia pun membersih kan darahnya yang sudah kering
tersebut lalu ia tidur. Di waktu pagi Allan berkata kepada istrinya sambil
berbaring tak berdaya.
Allan
:”rasanya aku seperti ingin mati.seluruh anggota tubuh ku ini seperti
akan hancur.rasanya sangat sakit”kata Allan sambil menangis
Jainab :”janganlah menangis suamiku”kata Jainab
sambil menangis yang kemudian mengambil daun kayu dan mungunyahnya untuk
diusapkan ke luka – luka suaminya.
Kemudian suatu hari jainab sudah hamil selama tiga
bulan. Ia mengidam memplam yang ada di halaman kerajaan.ia memohon kepada
suaminya meminta buah memplam tersebut sampai menangis.Allan berkata
Allan :”istriku,apakah kamu ingin membunuh ku. Bukan
kah kamu tahu apa yang sudah lalui itu?jangan kan meminta suatu barang,hampir
semua yang ada di kampung tak boleh kita mintai. Apa lagi buah mempalam yang
ada di halaman raja.” Kata si miskin.
Istrinya pun makin menangis.meka si miskin berkata.
Allan :”
diamlah jainab, jangan menangis lagi.Baiklah suamimu ini akan mencarikanmu buah
memplam ,apabila sudah kudapatkan akan langsung kuberikan kepadamu.”kata si
miskin sambil memeluk jainab dan langsung bergegas keluar hutan menuju pasar
mencari buah memplam tersebut.maka sampailah ia di pasar tersebut.ia pun
langsung menuju ke penjual memplam.
Penjual :”hei
miskin, apa yang kau inginkan?
Allam
:”tolong kasihanilah istri saya yang sedang hamil, berikan saja saya
sebiji buah memplam yang sudah terbuang itu. Saya mohon pak “kata si miskin
Maka orang – orang yang mendengar permintaan si
miskin itu merasa iba. Maka ada yang memberinya sebuah buah memplam yang masih
bagus dan buah buahan yang lainnya, ada yang memberikannya nasi ,bahkan ada
yang kain baju.
Allam
:”terima kasih banyak,terima kasih banyak, semoga Allah memudahkan
rezeki mu”kata Allan sambil heran, mengingat dulu merekalah yang melemparinya
dengan batu dan kayu bahkan mancaci makinya. Lalu ia mengingat istrinya dan
langsung bergegas menuju kedalam hutan untuk menemui dan memberikan apa yang
telah ia dapat kepada istrinya Jainab.
Allam :”ini
Jainab,buah memplam dan berbagai jenis buah,makanan, dan kain baju”ia
memberikannya dan menceritakan kejadian aneh yang terjadi kepadanya saat berda
di pasar. Namun istrinya tidak mau makan
dan kembali menangis yang ia inginkan adalah buah memplam yang ada di
dalam halaman kerajaan.
Si miskin sebal melihat kelakuan istrinya itu. Namun
apa boleh buat ia langsung pergi menghadap ke raja Maharaja Indera Dewa yang
sedang kedatangan tamu terhormat lainnya.
Raja :”hai
miskin,apa yang kau inginkan ?”
Allan : “ ampun tuanku,tolong ampuni saya. Jika ada
rasa kasihan baginda kepada istri saya yang sedang hamil maka orang hina ini
memohon daun memplam baginda yang sudah gugur”kata si miskin sambil sujud
kepada raja tersebut.
Raja :”baiklah, pengawal ambilkanlah si miskin ini
setangkai.” Perintah raja yang kemudian pengawal mengambilnya dan diberikan
kepadanya setangakai.
Allan :”
Terima kasih yang mulia” kata si miskin sambil bersujud kembali. Dan kemudian
berlari ke dalam hutan untuk memberikannya kepada istrinya. Maka si miskin sampai ditempatnya, jainab sangat
senang melihat suaminya membawakan apa yang ia inginkan dan langsung
memakannya.
Tiga bulan pun berlalu. Jainab kembali menangis, ia
mengidam nangka yang ada di taman raja.maka si miskin kembali memohon kepada
raja seperti sebelumnya dan berhasil membawa pulang yang diinginkan oleh
istrinya tersebut.
Selama Jainab istri si miskin hamil banyak kejadian
– kejadian menyenangkan sekaligus aneh terjadi kepadanya. Hingga tibalah
waktunya buat Jainab malahirkan.
Di malam yang disinari oleh cahaya bulan dengan
cuaca yang sangat baik, Jainab melahirkan seorang anak laki – laki dengan paras
yang sangat indah dan tampan.
Jainab :”suamiku lihat, wajah anak kita ini, sangat
bersinar seperti cahaya bulan, sangat indah dan tampan”.
Allan :”ia indah sepertimu Jainap”
Jainap :”kita berinama apa buat anak kita ini?”
Allan
:”bagaimana dengan Markaromah?”
Jainab :”Markaromah?apa arti markaromah?”
Allan
:”artinya adalah anak di dalam kesukaran. karena dia lahir ditengah –
tengah ketidak mampuan kita.”
Jainab :”baiklah kita berinama anak kita ini
Markaromah,anak di dalam kesukaran.”kata jainab dengan raut wajah gembira yang
sedang memandangi Markaromah.
Mereka berdua sangat menyayangi Maharokah.
Kemudian, pada suatu hari dengan kuasa Allah
SWT.,menganugrahi kepada hambanya. Suatu hari si miskin sedang menggali tanah
dengan tujuan mendirikan tiang untuk bayi nya. Setelah tanah tersebut tergali
ia melihat sesuatu.
Allam :” apa itu ?”dengan wajah yang penasaran
sambil mencoba menggalinya lebih dalam lagi. Dan kemudian mencoba merabanya
Ia melihat sebuah telaju yang sangat besar ia
meminta bantuan kepada istrinya mengangkat telaju tersebut ke atas.
Allam :”jainab,jainab, cepat kesini!!”teriakan Allam
memanggil istrinya
Jainab :”iya tunggu. ada apa kamu bisa membangunkan
anak kita yang tertidur pulas dengan teriakan mu itu!”
Allam :”kesini lihat.”
Jainab :” apa itu?”
Allam :”ini adalah sebuah telaju. Sini tolong bantu
saya angkat telaju ini”merekapun mengangkat telaju tersebut.
Kemuadian
mereka berdua membuka telaju tersebut dan ternyata isi telaju tersebut adalah
emas yang sangat banyak. Kata istri si miskin
Allam ; “astagfirullah halazim.apa ini?apakah ini
emas?apakah aku sudah gila ? “
Jainab : “mas ini emas,ini emas,ini emas yang sangat
banyak”kata jainab dengan persaan yang luar biasa gembira.
Allam :”jainab kita kaya,kita kaya,”
Jainab :”mas lihat, emas ini sangat banyak sehingga
anak, cucu – cucu kita sekalipun tak akan habis di buat belanja”
Allam :”iya, ya Allah terima kasih ya Allah,terima
kasih”kata Allam sambil bersujut syukur yang matanya berlinagkan air mata yang
yang sangat banyak. Begitu pula dengan Jainab melihat perbuatan suaminya dan
langsung melakukan sujud syukur. Mereka
berdua pun menangis dengan persaan yang sangat bersyukur kepada Allah
SWT.
Kemudian mereka pun hidup dengan bahagia bersama
dengan seorang anaknya.
TAMAT.
Komentar
Posting Komentar